PENERIMAAN PBB CAPAI 43 PERSEN
Penerimaan PBB Tahun 2012 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pengelolaan Pendapatan dan Keuangan Daerah (DPPKD) Kota Cilegon, perbandingan di bulan yang sama tahun lalu dengan tahun sekarang pada tanggal 6 Juli 2012, tercatat penerimaan PBB tahun 2011 dengan pagu Rp 54,5 Miliar terealiasi sebesar Rp 17,93 Miliar atau mencapai 33 persen, sedangkan penerimaan PBB tahun 2012 dengan pagu Rp 49,5 Miliar terealisasi sebesar Rp 21,2 Miliar atau tercapai 43 persen.
Hal itu terungkap dalam Bulan Panutan PBB Tahun 2012 di Grand Mangku Putra Cilegon. Hadir kurang lebih 150 wajib pajak dari industri dan individu serta Walikota Cilegon H Tb Iman Ariyadi beserta jajarannya.
Kepala DPPKD Kota Cilegon Septo Kalnadi mengatakan, melaksanakan Bulan Panutan PBB Tahun 2012 dalam rangka untuk mengajak wajib pajak yang terdiri dari kalangan perusahaan maupun individu yang potensial agar segera membayar PBB, tanpa menunda hingga tanggal jatuh tempo sebagaimana yang tertera dalam SPPT PBB Tahun 2012.
Dimana, tujuan bulan panutan PBB ini adalah untuk mempercepat penerimaan PBB Sebelum tanggal jatuh tempo, agar derajat ketersediaan dana pembangunan dapat terpenuhi, percepatan pelaksanaan pembangunan, menjadi suri tauladan bagi seluruh masyarakat agar segera melunasi PBB nya sebelum tanggal jatuh tempo.
“Alhamdulillah jumlah penerimaan PBB meningkat dari tahun sebelumnya. Dan kami harapkan para wajib pajak yang belum membayar PBB untuk melunasi sebelum jatuh tempo,” ujarnya.
Sementara itu, menanggapi penerimaan PBB yang terealisasi hingga 43 persen, Walikota Cilegon H Tb Iman Ariyadi memberikan apresiasi karena ini merupakan cerminan tingkat kepedulian para wajib pajak. PBB Kota Cilegon, ujar Wali, guna mempercepat kesinambungan pembangunan Kota Cilegon, mengingat kebutuhan pembangunan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, hal ini menunjukkan bahwa taraf kehidupan seluruh lapisan mayarakat demikian dinamis dan kesemuanya ini berimplikasi terhadap pembangunan kebutuhan dana pembangunan.
“Untuk mewujudkan pembangunan yang optimal sangat bergantung kepada ketersediaan dana, salah satu andalam kami dalam penyediaan dana pembangunan yang demikian signifikan adalah dari penerimaan PBB,” tandasnya.












Berita 





















