Investasi dan Industri

Investasi Kota Cilegon
1. Kondisi perekonomian
Cilegon sebagai daerah tujuan investasi dengan tingkat pertumbuhan investasi kota cilegon tahun 2010 mencapai 1,41 % dan memebrikan kontribusi yang cukup besar terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi kota cilegon. Pada tahun 2010 investasi di kota cilegon melalui realisasi izin prinsip penanaman modal (SP) mencapai 113,29 triliun yang terdiri dari PMA sebesar 95,05 triliun dan PMDN sebesar 18,24 triliun sedangkan realisasi melalui izin usaha tetap (IUT) sebesar Rp. 63,86 triliun yang terdiri dari PMA sebesar Rp. 48.04 triliun dan PMDN sebesar Rp. 25,82 triliun.
2. Konsep dan daya saing daerah
1. Visi kota cilegon dalam RPJM tahun 2010-2015 adalah masyarakat cilegon sejahtera dengan daya dukung industry, perdagangan dan jasa
2. Salah satu misi Kota Cilegon adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penanggulangan kemisikinan dan pengangguran melalui daya dukung sector industry, perdagangan dan jasa.
3. Perda RTRW kota Cilegon 2000-2010 diarahkan pada pengembangan fungsinya sebagai kota pelayanan dan kota pemasaran dengan menjaga keseimbangan antara kawasan lindung dan kawasan budidaya.
4. Kawasan lindung sebesar 4.364 Ha (24,87%) dan 13.185,90 Ha (75,13%) bagi kawasan budidaya yang meliputi kawasan permukiman, industry, pelabuhan, perdagangan dan jasa, pariwisata, aneka industry serta kawasan khusus.
Dalam jangka panjang. Arah kebijakan yang telah dirumuskan adalah mewujudkan Kota Cilegon sebagai kota industry dan jasa terdepan di pulau jawa. Visi tersebut lebih didasari pada berbagai potensi daerah dan kondisi geografis.
3. Peluang Investasi dan Perdagangan (*sector industry besar)
Kota cilegon sebagai daerah tujuan investasi memiliki daya tarik bagi investor dalam dan luar negeri, hal ini dapat dilihat dari tingginya minat investor yang menanamkan modalnya di kota cilegon yang berasal dari USA, perancis, jepang, Australia, jerman, inggris, argentina, Austria dan korea.
Keberadaan industrI di Kota Cilegon baik dalam rangka penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri berdampak multiplier effect baik dalam pertumbuhan ekonomi kota cilegon maupun penyerapan tenaga kerja dan sector lainnya. Kota cilegon masih menjadi primadona sebagai daerah tujuan investasi karena didukung oleh berbagai factor sarana dan infrasturuktur investasi.
Kota cilegon dengan luas lahan 17.550 Ha (175,50 Km2) tetapi ditunjang dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai serta letak geografis yang sangat strategis dengan jarak tempuh dari ibukota Jakarta + 120 Km. perjalanan selama 2 jam tentunya melalui akses jalan tol.
Kota cilegon sebagai pintu gerbang pulau jawa dan sumatera serta memiliki garis pantai sepanjang 17 Km serta didukung oleh pelabuhan bertaraf internasional dan
adanya pelabuhan khusus serta beberapa kawasan industry menjadikan kota cilegon sebagai daerah tujuan invesatasi yang menarik bagi calon investor.
Kota cilegon terbuka untuk investasi:
a. Bidang usaha besi dan baja
b. Bidang usaha kimia
c. Bidang usaha plastic
d. Bidang usaha manufacture
e. Bidang usaha aneka
f. Bidang usaha pariwisata
g. Bidang usaha jasa-jasa lainnya.
Selain pembangunan fisik kota cilegon, pemerintah juga menjalankan berbagai kebijakan diantaranya:
1. Peningkatan daya saing yang kompetitif berbasisi sumber daya dengan prioritas pada sector industry kecil dan menengah.
2. Membudayakan program kemitraan antar pelaku ekonomi berdasarkan prinsip pola kemitraan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
3. Menjadi fasilitator bagi pengembangan ekonomi daerah dan mendorong assosiasi-assosiasi usaha lebih berdaya dan mandiri.
4. Bersama kalangan dunia usaha berinovasi dan berprakarsa bagi penciptaan peluang usaha baru, pengembangan baik skala local maupun regional,
5. Menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan menyediakan pusat pelayanan terpadu satu atap atau “ one stop service”
6. Merubah paradigm lama birokrasi lama birokrasi pemerintahan menuju entrepreneurship birokrasi atau re-inventing government.
Kota Cilegon tidak memiliki Sumber daya alam tetapi Kota Cilegon memiliki potensi investasi yang strategis dari jasa kepelabuhanan dari kegiatan industri. Kehadiran sebanyak 76 perusahaan asing dan 35 perusahaan dalam negeri memberikan dampak yang luas bagi pertumbuhan ekonomi kota cilegon.
|
Investasi berdasarkan Izin Prinsip |
Rp. |
27.000.000.000 |
|
Investasi berdasarkan Izin Prinsip Perluasan |
Rp. |
1.972.150.523.200 |
|
Investasi berdasarkan Izin Prinsip Perubahan |
Rp. |
6.206.628.000.000 |
|
Investasi berdasarkan Izin Usaha |
Rp. |
83.920.550.000.000 |
|
Investasi berdasarkan Izin Usaha Perluasan |
Rp. |
150.086.005.800 |
|
TOTAL INVESTASI TAHUN 2011 |
Rp. |
92.276.414.529.000 |
|
Realisasi Investasi Tahun 2011 |
||
|
Investasi berdasarkan Izin Usaha |
Rp. |
83.920.550.000.000 |
|
Investasi berdasarkan Izin Usaha Perluasan |
Rp. |
150.086.005.800 |
|
Rp. |
84.070.636.005.800 |
|
NO |
PENGELOLA KAWASAN |
POTENSI KAWASAN |
TERJUAL |
BELUM TERJUAL |
|
1 |
Kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC I) |
550 Ha |
250,94 Ha |
198,06 Ha |
|
2. |
Kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC II) |
80,9 Ha |
0,9 Ha |
80 Ha |
|
3. |
Kawasan Panca Puri |
242 Ha |
72 Ha |
170 Ha |
|
4. |
PT. Cipta Niaga Internasional |
22 Ha |
2 Ha |
20 Ha |
|
5. |
Kawasan PENI |
40 Ha |
o |
O |
Last Updated (Wednesday, 25 April 2012 18:53)












Potensi 






















