Arsip
Bulletin Cilegon Mandiri
  • Bulletin 1
  • Bulletin 2
  • Bulletin 3
  • Buku Hari Jadi 13
Previous Next
Webmail

Home Potensi Pariwisata Seni & Budaya
English (United Kingdom)

Seni dan Budaya

Kota Cilegon merupakan daerah di profinsi Banten memiliki kekhasan yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan daerah – daerah lainnya, walaupun pada awalnya kota cilegon juga merupakan wilayah pemekaran daqri wilayah kabupaten Serang sebagai induknya yang memiliki kebudayaan yang beberapa unsurnya sama. Akan tetapi kota Cilegon memiliki nilai-nilai dan prinsip-prinsip kebudayaan yang khas dan berbeda dengan induk wilayahnya.

Untuk lebih mengetahui kondisi exsisting kebudayaan daerah kota Cilegon, perlu dijabarkan beberapa hal yang berhubungan dengan unsur-unsur kebudayaan daerah Kota Cilegon, diantaranya adalah :

Bendrong Lesung

Bendrong Lesung merupakan salah satu kesenian tradisional Banten yang hampir punah keberadaannya. Sekitar 20 tahun yang lalu, kesenian jenis ini masih bias di jumpai terutama pada event tertentu, seperti acara pernikahan, khitanan atau hajatan lain pada tradisi masyarakat Banten kala itu. Kesenian ini dilahirkan dari irama khas yang diakibatkan bendrongan antara alu dan lesung yang di adu-adu.

Karena pergeseran waktu, kini kesenian tersebut hanya terdapat pada beberapa komunitas kecil pribumi yang masih aktif melestarikannya dan itupun jarang sekali. Mungkin anak muda sekarang tidak mengenal sama sekali seperti apa pertunjukan bendrong lesung itu. Bentuk kesenian ini menggunakan media lesung dan alu atau di bendrongkan. Khasanah seni yang satu ini jika dimainkan secara piawai akan memimbulkan irama khas tersendiri dan merupakan kesenian yang ditimbulkan paduan ritmis yang aktraktif. Lesung dipukul seperti layaknya menumbuk padi pada jaman dulu ada penggilingan padi. Sedang untuk bahan membuatnya, lesung biasanya terbuat dari kayu nangka sementara alunya terbuat dari kayu pohon tangkil/melinjo atau bisa juga dari kayo sawo kecik.

Debus

Kesnian tersebut berawal diberi nama Al-Madad (befmain besi)/ seiring dengan perubahan serta perjalanan waktu jenis kesenian ini semakin hari semakin menunjukkan kebolehan dalam bermacam macam atraksi sebagai kelengkapan pertunjukanya masyarakat. Sebagai kesenian yang banyak menggunakan megis, tidak sembarang orang dapat memerankan pertunjukan akrobatiknya sebelum mempelajari teknik dan beberapa persaratan yang harus dijalankan sebelum manggung. Alat alat yang digunakan untuk menggelar pertunjukan kesenian debus terdiri dari 3 buah terbang gede (Rebana ukuran besar yang garis tengahya berukuran 75 cm), disebagian daerah ada yang menggunakan ketimping kecil-kecil (rudat) berjumlah sepuluh buah, 1 pasang gondang, 7 buah senjata (al-madad/gada yang tebuat dari gagang kayu ukuran besar berbentuk bulat yang ujungnya ditancapkan besi seperti ujung trisula). Ada beberapa tambahan pertunjukan sehingga banyak peralatan yang membahayakan seperti: golok, pecahan kaca, paku, gergaji palu, dll. Peralatan tersebut digunakan semata-mata untuk mempertunjukkan kekebalan tubuh.

Patingtung / kendang pencak

Patingtung termasuk jenis kesenian tradisional yang paling banyak digemari oleh masyarakat tua ataupun muda. Hampir ditiap kelurahan se-kota Cilegon, kesenian ini tumbuh dan berkembang mencari identitasnya masing-masing, pada saat ini masih aktif tercatat 34 komunitas patingtung se-kota cilegon yang tergabung dalam persatuan pendekar persilatan & seni budaya banten Indonesia”PPPSBBI”.

Jumlahkeenian tiap grup ini cukup banyak, antara 20-30 orang, tukang kendang 2 orang, tukang terompet seorang, tukang goyang 3 orang, tukang ketug seorang, tukang kecrek seorang pemain patingtung rata-rata menguasai silat beladiri. Busana yang dipakai pemain pada umumnya berwarna hitam atau gelap. Yaitu baju kampret celana pangsi dan ikat kepala. Jenis kesenian ini biasa dipentaskan siang atau pada malam hari dan juga bias dipentaskan di panggung atau di tanah lapang. Biasanya setelah gembrungan atau dikenal oleh masyarakat masa kini chek sound, untuk menginstrumenkan noda serta suara yang dikeluarkan. Apabila suara goong kurang enak didengar maka goong di kasih minum (disiram dengan air bagian dalam goong). Lamanya pementasan ini biasanya berlangsung 7 jam.

Kesenian Kota Cilegon juga meliputi rudat, ubrug, gacle/sulap banten, rampak dayak, qiroat, marawis, reog, gambus, rebana, terbang gede, rampak bedug, angklung buhun, jaran bilik/kuda lumping, bal-balan geni (Bola Api), dan pantun. Sedangkan permainan tradisionalnya yang pernah dan masih dilakukan oleh masyarakat cilegon, antara lain congklak, gobag sodor, engrang, gatrik, dampu, belkes, benteng-bentengan, lompat karet/yeye, jingklok dan hong-hongan/rok-rokan.

 

 

 

 
Pencarian Berita
Cuaca Hari Ini
Haze

26°C

Cilegon

Haze
Humidity: 87%
Wind: N at 0 km/h
Thursday
PM Thunderstorms
25°C / 32°C
Jadwal Sholat
Cilegon Indonesia
12 Rajab 1434
May 22, 2013
Prayer Time
Fajar 4:45
Sunrise 5:57
Zuhr 11:53
Asr 3:15
Magrib 5:48
Isha 6:57
www.IslamicFinder.org
Gallery Foto
Berita Video
You must have Flash Player installed in order to see this player.
LinK Terkait








bkd.png - 11.70 Kb


Statistik Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini53
mod_vvisit_counterKemarin1672
mod_vvisit_counterMinggu Ini6503
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin35241
mod_vvisit_counterBulan Ini59659
mod_vvisit_counterBulan Kemarin63676
mod_vvisit_counterTotal355309

We have: 11 guests, 1 bots online
IP Anda: 23.22.212.158
 , 
Hari ini : 23 May 2013